Karma : Misteri Dibalik Kehidupan

Posted: May 6, 2012 by hadiansyahaktsar in Article, My Life
Tags: ,

Do you believe in Karma??

Kata karma mungkin tidak asing di telinga kita. Apalagi buat para penggemar film horor. Secara ilmiah, sejauh yang saya tahu – belum ada bukti khusus yang membuktikan bahwa karma itu benar-benar ada di kehidupan kita. Karma ini ternyata adalah salah satu kepercayaan bagi para penganut agama bumi : Hindu dan Budha. Menurut mereka, karma adalah konsep “aksi” dan “kehidupan” yang menyangkut masa lalu, masa kini dan masa depan. Hukum timbal balik. Hukum aksi reaksi kalo di Fisika. Gampangnya kayak gini: “Orang baik yang berbuat baik, akan mendapatkan karma yang baik. Orang jahat yang berbuat jahat akan mendapatkan karma buruk.”

Selama ini saya berada di status quo antara percaya dan tidak percaya tentang konsep ini. Namun setelah “mengalami” sendiri kejadian yang berkaitan dengan karma ini, sedikit demi sedikit saya mulai paham apa makna dibalik 5 huruf itu -> K A R M A.

Ini menyangkut dengan keluarga saya, sebenarnya. Dan saya gak segan-segan mengungkapkan hal ini kepada publik karena terkadang kita bisa belajar banyak dari kisah hidup seseorang. Jadi gini, saya punya eyang (well, sebenernya dia adalah bude dari mama). She is a woman. An old woman. Suaminya udah lama meninggal dan cuman punya anak laki-laki satu-satunya yang juga sudah meninggal beberapa tahun lalu. (Anaknya ini sempat menjadi Calon Walikota Malang). Alhasil, si eyang ini udah gak punya keluarga. Sebatang kara. Adik kakaknya semua udah meninggal.  Nah, karena si eyang dekat sama mama saya, sejak meninggalnya anak dia satu-satunya itulah eyang pindah ke rumah kami.

Awal-awal, saya emang gak suka waktu beliau pindah ke rumah karena rumah kami udah sempit, banyak orangnya lagi. (Itu sebelum lantai dua dibangun).  Di awal-awal kehidupan kami bersama eyang, everything is just fine. Semua baik-baik saja hingga beberapa bulan selanjutnya keanehan mulai terjadi di rumah ini. Pertama, soal karakter si eyang. Beliau orangnya introvert. Tertutup. Jarang ngomong dan bahkan senyum aja jarang. “Nenek jahat” kali ya kalo anak kecil bilang? Banyak tetangga yang nge-gosipin kalau eyang ini orangnya judes dan acuh. Saya aja yang berniat baik pengen ngajak ngomong, tiba-tiba ga jadi karena ngelihat ekspresi wajahnya yang serem. -_____-

Sampai akhirnya saya berangkat ke Amerika selama setahun untuk exchange study dan waktu balik ke rumah (alhamdulilah udah ada lantai atas). Dan keanehan kedua mulai terjadi. Tiap orang yang lewat di depan eyang, maaf- terpaksa harus tutup hidung atau tahan nafas karena si nenek ini bau gak enak. Well, let say -> bau pesing. Gak itu aja, setelah bau pesing lama-lama si eyang ini bau kotoran juga. (Aduh, ini terlalu terang-terangan yak? -.-) Baunya itu kayak orang habis BAB dan belum dibilas. Well, hal ini pasti bikin gak nyaman orang serumah. Tiap orang yang lewat di kamarnya aja udah baunya ga keturutan. Alhasil, “BY FRESH” menjadi teman wajib di rumah kami akhir-akhir ini.

Nah, hal apa yang sebenarnya ada di balik ini semua? Karena selama ini diam-diam aku dan mama cari tahu pasang telinga kesana-kemari dan sedikit membuka memori masa lalu. Eyang secara fisik kondisinya baik-baik aja,masih sehat. Cuman kenapa bisa ngerepotin orang banyak kayak gini, padahal banyak orang-orang tua lain yang umurnya udah 80-an tapi gak sampe bau pesing dan judes dll kayak gitu, kan?

Saya mencoba menyelami masa lalu beliau. Ternyata eyang ini adalah salah mantan suster paling judes di Rumah Sakit dr.Soepra Oen beberapa dekade yang lalu. Dan selama hidup bertetangga, orangnya emang tertutup banget. Acuh dan egois dan cenderung dikucilkan tetangganya.

Jujur,sisi kemanusiaan saya berkata sebenernya kasihan banget sama nih eyang. Dan kadang-kadang waktu dengerin curhatnya si Eyang, “Kenapa sih aku gak mati-mati? Aku pengen mati ajaa…” Saya bener-bener gak tega sama nih orang. Bayangin aja deh. Udah hidup sebatang kara, gak punya siapa-siapa lagi. Dan motivasi apa yang bisa dimiliki seseorang untuk bertahan hidup di dunia ini jika mereka telah ditinggalkan oleh orang-orang yang mereka sayangi?

Tapi saya ambil sisi positifnya aja-lah. Saya ambil pelajaran dari kisah hidup beliau. (Ada yang bilang kan, kalau orang jahat matinya lama?) #ups Saya disini gak  nge-judge loh.. Karena disitulah menurut saya arti dari karma sesungguhnya. Kehidupan masa depan atau masa kini itu sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita masa lalu. Makannya mumpung masih hidup, jangan aneh-aneh deh. Manusia emang tempatnya dosa dan salah, tapi bukan manusia yang baik kalo mereka gak berusaha berbuat banyak kebaikan untuk menutupi dosa-dosa yang ia perbuat di masa lalu kan?

Dan masalahnya, terkadang karma yang dialami seseorang itu berimbas ke orang di sekitarnya. Let say bencana banjir. Yang kena banjir itu kadang-kadang bukan cuma warga pinggir kali yang suka buang sampah di kali, tapi warga sekitar di desa itu juga kena imbas banjir kan? Itulah yang buat saya bete akhir-akhir ini karena tinggal di rumah bersama beliau. Jujur saya kasihan banget dan sebenernya ingin bantu meringankan penderitaan di sisa hidup eyang, tapi apa yang bisa saya perbuat??

Saya jadi inget doa saya setiap akhir sholat. Saya selal baca “Doa Selamat.” Isi doanya salah satunya adalah ” Ya Allah, Matikanlah aku dalam keadaan Khusnul Khotimah.” Saya ingin meninggal dunia di atas kasur yang empuk, dikelilingi anak dan cucu saya dan bisa meninggalkan dunia ini dengan kedamaian, untuk selamanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s