Travelling..


Jogjakarta, 25 November 2008
Pukul 00.23
Aku keluar dari taxi yang membawa kami (aku, mama dan adik) dari stasiun Tugu menuju Jl. pusung utama, kediaman bude dan sepupuku. Mama emang udah di Jogja sejak dua hari yang lalu. Mama nunggu di stasiun tugu sejak satu jam sebelum aku dateng dari Malang. Maklum, bagaimanapun juga seorang ibu pasti khawatir sama keselamatan anaknya, jadi aku sama adik ditemenin naik taksi.
Langsung aja kami masuk rumah. Mbak Meta (sepupuku) yang baru dari Australia menyambut hangat kami. Karena udah capek banget,langsung aja aku terlelap dalam tidur yang tak bermimpi. Sempet juga ngelindur berkali-kali, tapi akhirnya baru bangun sepenuhnya sekitar jam 08.00. Bude Yuli udah berangkat ke asrama haji. Oya, tujuan kami ke Jogja emang karena hal ini. Budeku naik haji. (Dan tentu aja,salah satu tujuan utamaku adalah: NAEK KERETA!).
Setelah sarapan dengan nasi gudeg (uenak banget! Gak ada duanya! Aku bener-bener cinta jogja!). Trus aku ngobrol sama mbak meta. Selama hidup di dunia, ini adalah kali kedua aku ketemu sama sepupuku satu ini. Maklum, waktu dan jarak yang memisahkan kami. Mbak Meta kuliah S2 di negeri kanguru itu, dan sekarang udah kerja disana juga. (Australia adalah negara impianku!) Ternyata, Mbak Meta dan Acha (adik mbak Meta yang juga sepupuku) habis jalan-jalan dari Malaysia, Singapura n Thailand! <Wuih…keren…!> Agak siang dikit, aku mama n adik pinjem motor, jalan-jalan ke UGM. Loh, kok UGM?! Haha…iyah, karena UGM adalah universitas impianku. Mulai SMP, aku udah bertekad untuk melewati masa mahasiswa di jogja, dan semoga aja, aku bisa jadi salah satu mahasiswa di UGM. (Amiiieenn…!!) Sempet juga nyobain bakso di UGM, (harus kuakui, bakso malang lebih maknyus!). Setelah puas keliling UGM, maunya sih ke Malioboro sekalian hunting oleh-oleh ke Bakpia pathok, tapi kami gak ngerti jalanan di jogja, takutnya nyasar, lagian cuaca panas yang nggak bersahabat udah menyergap dari tadi, so akhirnya kami balik ke rumah.
Nggak kerasa, ternyata sore udah dateng. Kami harus meninggakan jogja, menuju Solo. Prameks yang membawa kami meninggalkan jogja, sempet buat aku sedih. Kenapa secepat ini aku berada di kota impian? Tapi, aku sadar, next time, aku bakal kesana lagi! Akhirnya Prameks yang bertiket hanya Rp7000 berjalan cepat menuju Solo. Kami turun di Stasiun SoloBalapan. Akhirnya, rasa penasaranku akan Bale Manganti Stasiun Solo Balapan (Ruang tunggunew_matarmaja-coach eksekutifnya Solo) terobati sudah. Biasanya aku ngeliat di Majalah KA atau di tayangan KATV, tapi kini aku berada di dalemnya! Emang ada cafenya juga, n aku beli Moccacino Lawu. Untuk menuju ke rumah sodara di Solo, kami naek becak. Dan setelah melakukan pencarian, kami menemukan rumah bude di daerah semanggi. Maklum, kunjungan terakhir kami kesini adalah sekitar 7-9 tahun yang lalu. Setelah istirahat sebentar, aku dianter bude ke Stasiun Solo Jebres. Sengaja emang aku mau nyobain rangkaian KA Ekonomi Matarmaja yang baru. Lagian matarmaja nyampe Malang lebih pagi daripada Gajayana. Habis beli tiket, aku diajak keliling Kota Solo. Melewati keraton Kasunanan yang udah aku kunjungi setahun yang lalu, lewat relnya KA punokawan yang di pinggir jalan BS Riadi dan lewat pasar-pasar di Solo. Seru banget nikmatin panorama kota Solo di malam hari..

***

Kereta api matarmaja baru saja tiba di Jalur 4 Stasiun Malang Kotabaru. Para penumpang dengan wajah-wajah lelahnya turun bergantian. AKu benar-benar capek pagi itu. Kereta terlambat 4 jam. Padahal, aku sengaja mau naek kereta ekonomi ini selain untuk nyobain gerbongnya yang masih gress, sesuai jadwal, matarmaja dateng lebih pagi dibanding gajayana. Tapi kenyataan berkata lain. Jujur, aku kecewa.

Sempet nyesel dikit naek matar yang sumpek dan melelahkan puol, tapi sebagai railfans, Aku bangga dan tetep cinta. Aku sadar. Semua kereta ekonomi emang begini..

Yang terpenting adalah, aku telah belajar dan mendapatkan banyak hal dua hari ini…

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on November 25, 2008, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: