Stop Bullying!!


no-bullying-circle1Pagi ini, ketika kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi, tiba-tiba handphone berbunyi. ”Mbak Ochi” is calling. Aku tunda senjenak keinginanku untuk mandi.
”Apa?!”,sahutku terkejut, ”KPAI dateng hari ini?!”
Yah! Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia akan mengunjungi bumi arema! Dalam hati, aku berteriak bangga. Ternyata ada juga pejabat yang masih mau mendengarkan suara anak bangsa! Tentu, kunjungan ketua KPAI ini tidak terjadi secara kebetulan atau terjadi begitu saja. Inilah buah kerja keras dari seorang Mas Tedja, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang sekaligus Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur) yang juga dengan setia dibantu oleh Mbak Rossy, sang Ketua Program di LPA sekaligus Ksatria DPA. Aku berani menobatkan kedua orang itu menjadi ksatria DPA (kalo emang aku bisa menobatkan mereka).
Ini semua berawal dari Operasi Preman yang digelar pihak kepolisian. Tidak ada persepsi jelas tentang apa itu ”preman”. Fakta yang terjadi ialah anak-anak jalanan yang berpenampilan kumal, lusuh dan mungkin bertato, secara serampangan digaruk dan diberi bonus kekerasan yang tak manusiawi! ”Hei pak! Mereka itu manusia! Bukan binatang!”, hatiku berprotes.
Bagaimanapun juga, mereka juga anak bangsa! Mereka semua DILINDUNGI UNDANG-UNDANG!! Coba cek lagi UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kalo anda tak percaya.
Mas Tedjapun angkat bicara. Sebagai pejuang anak yang GILA (Gigih,Intelektual,Loyal,Apreciate), dia lansgung bikin Pers Liris lewat berbagai media. Dan inilah hasilnya! Ketua KPAI terjun langsung menuju kota Malang untuk menindaklanjuti operasi preman yang salah kaprah ini.
Kami sempat audensi dengan Kapolres Malang (tapi diwakilkan Wakil Kapolres) dan pihak kepolisian berjanji akan mengadakan pembinaan kepada anak jalanan dan menindaklanjuti kasus ini.
Kunjungan kami ke Polresta Malang tak luput dari kejaran pers. Kilat blitz kamera, tape recorder dan handycam para wartawan menghiasi alunan nyanyian protes kami. Jujur, baru kali ini aku berhadapan langsung dengan berbagai macam pers, mulai media cetak lokal dan regional, juga TV lokal bahkan nasional.
Lebih dari itu semua, kami hanya berharap, tak akan ada lagi penangkapan sembrono yang dilakukan siapapun, tak ada lagi persepsi salah tentang apa itu preman.
Apakah preman adalah semua orang yang bertampang seram, bertato atau berotot?!
Itulah yang harus kita renungkan.

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on December 5, 2008, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: