The New YeAr


Malang, 31 Januari 2008

Mataku masih terlelap diantara haru biru kebahagiaan di penghujung tahun 2008. Arloji digitalku masih menunjukkan pukul 21.35. Aku bangun. Bangkit dari tidurku. Tidurku yang kusengaja, untuk mempersiapkan diri menghadapi malam spesial. Diluar rumah, sang Ayah telah bersiap menyalakan bara api untuk bakar ubi. Asapnya yang mengepul membumbung di angkasa menambah semaraknya malam yang cukup cerah ini. Suara terompet terdengar disana-sini memenuhi pendengaran. Disana “tooet..”, disini “tooetet….”, dan disitu “tooeteteteetteeet,,,”

Aku nyalain tv di ruang keluarga. Masih kecewa berat karena channel Trans TV -Stasiun TV kesayanganku-lagi eror di Kota Malang. Di kotaku, akhir-akhir ini beberapa channel TV, diantaranya : Trans TV,Global TV,Trans 7, Metro tv hilang dari peredaran. Gosipnya sih ada masalah dengan pembayaran. Waduh, duitnya dikemanain? Duit lagi. Duit lagi.

Nah,akhirnya, tontonan alternatifku adalah Tayangan Akhir Tahun dari ANTV, yang waktu itu adalah “Pulau Hantu”. Meski aku udah nonton di 21, tapi gak apalah.

Akhirnya,sekitar jam 23.22 aku mengayunkan sepeda “Polygon” kesayanganku tuk menjelajah panorama malam di Kota Malang. Terlalu sering aku mengayunkan sepedaku di tengah malam Kotaku, namun malam ini benar-benar beda. Gimana nggak, jalanan yang biasanya lengang walau masih jam 22.00, kini rame banget kendaraan bermotor, mulai sepeda motor sampe mobil-yang kebanyakan anak muda-dan malah terkadang macet! Macet di saat hampir tengah malam! Yah, maklum. Semua orang tak mau ketinggalan menyemarakkan malam spesial yang hanya ada setahun sekali ini. Dan ini adalah malam pertamaku keluar rumah di malam taon baru. Hemm….emang bener-bener beda rasanya. DI pinggir jalan-jalan protokl, banyak anak muda berjalan membawa terompet mereka masing-masing, nggak ketinggalan para penjaja terompet yang dengan setia menawarkan dagangannya, bahkan banyak bapak dan ibu yang menggandeng anak-anak mereka-ada yang masih bayi atau balita-hanya untuk melewatkan malam terakhir di Tahun 2008. Tak jarang pula, kakek nenek yang seharusnya bobok nyenyak di masa renta mereka nggak mau ketinggalan jalan-jalan di antara deru angin malam…


Nah,akhirnya aku hampir sampai ke Balai Kota Malang, alias alun-alun bunder, dimana berdiri kokoh tugu Kota Malang, maskot bumi Arema. Ah, tapi ternyata akses menuju kesana gak gampang. Jalanan bener-bener macet. Mecet puol. Kayak macetnya Jakarta! Dan untungnya aku pake sepeda pancal, jadi bisa nyisip-nyisip (sengaja aku gak bawa motor, utk menghindari kemacetan kayak gini). Dan ternyata emang macet udah melebihi batas normal. Akhirnya, meski pake sepeda pancal, aku gak bisa menuju tempat tujuanku! Dan akhirnya, detik-detik menuju penghujung Tahun tiba! Aku udah gak bisa gerak karena kebanyakan orang+sepeda motor mereka! Huh! Gila…. Akhirnya, sepedaku aku tinggal di depan warung dan aku menyelinap disana-sini mendekat ke panggung yang benar-benar semarak dengan penampilan Band Indie. Aku mendekat ke arah stasiun Malang dan akhirnya….

tahun-baru

“Duuaaarr….. Duaar,,,,,, Ciiuuuuw….. Duaarr…. Duaaarr…”

“Toooeettt……Toooeeteteee…ttttt…..teeettteeet……..”

Arlojiku udah menunjukkan pukul 00.00!

“Happy New Yearr……”

Yah… Welcome 2009… Bye….2008!

Aku merenung. Pikiranku mengembara ke masa lalu. Detik-detik sebelumnya. Menit-menit, jam-jam, hari-hari dan bulan-bulan sebelum aku berdiri disini. Tahun 2008. Begitu banyak memori indah, lucu, menyedihkan dan menakjubkan. Begitu banyak hal yang aku pelajari di tahun 2008. Begitu banyak hikmah dan nestapa yang kulalui di tahun 2008. Begitu banyak dosa dan maksiat yang aku lakuin di tahun 2008… Semua itu kini menyisakan sebuah kenangan. Sebuah memori akan Tahun 2008 yang telah lewat…

“HAPPY NEW YEAR 2009”

Wishing you all better for everything..Happiness and prosperity this upcoming year…May GOD bless us everythime, everywhere and everything we do…

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on January 1, 2009, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: