Festival Budi Pekerti Se-Jawa Timur


teater
Mentari bersinar terang ketika kulangkahkan kaki menuju SMA N 9 Malang, tempat Festival Fragmen Budi Pekerti Se-Jawa Timur. Setelah minta doa restu orang tua, dengan pakaian serba hitam, aku menuju SMAN 9 yang gak jauh dari rumah.

Melewati jalan Soekarno Hatta di pagi hari, dengan segenap harapan akan sebuah penampilan yag terbaik, bukan untuk kemenangan. Telah banyak waktu aku luangkan untuk berlatih menjadi seorang “pak lurah” dalam sebuah pertunjukkan yang berjudul “Dengan TEKUN, Bukan DUKUN”.

Well, awal kisahnya gimana aku bisa terlibat dalam pertunjukan itu adalah ketika aku diminta sama Pak Tri, Orang PLS Diknas Malang untuk ikut menjadi peserta festival Fragmen Budi Pekerti Se-jatim, mewakili Kota Malang. Aku dan Ali dipanggil ke Diknas beberapa kali, awal casting dulu, benernya aku diminta jadi “Pak dalang”, tapi karena berhubung ada karakterku kurang pas, lagian ada anak yang jauh lebih profesional jadi “pak dalang”, dialah mas daus, anak SMAN 7. haha… gila. kalo orang gak tau, mungkin mereka percaya kalo bapaknya daus itu adalah dalang kondang. haha.. gimana enggak, logatnya, gaya bicara, plus gerakan tubuhnya pas! ndalang banget… Sedangkan aku, dipilih untuk memerankan seorang “pak lurah”.

So, setelah melalui proses yang cukup panjang (kira-kira latihannya sebulan lebih). kami ahrus baca naskah, ganti naskah, trus revisi, ganti lagi, revisi lagi. belum lagi pergantian pemain dan nyocokin tim pemusik biar pas. kami sempet latihan di Diknas, SDN Percobaan 2 dan juga di basecamp nya Teater Nisbi, Univ.gajayana. Lika-liku latihan banyak banget, mulai ghea (yang jadi “lumbik”) yang sukanya pingsan kalo kecapekan, mulai sulitnya kumpul secara bersamaan (maklum, kami punya kesibukan sendiri2), pokoknya jadwal latihan yang padet sempet bikin aku bingung nge-manage jadwal aku. hahaa… (belum juga jadi artis,, gak kebayang, gimana kalo ntar udah punya jdwal syuting??).

Nah.. akhirnya, sampe ketika kami gladhi bersih di SMAN 9 nyampe maghrib, ternyata aku ketemu daus, temenku Forum anak probolinggo. Nah,, pertunjukkan kami hari ini benernya lebih ke genre Komedi, dengan konsep teater kentrungan. artinya, para pemusik berada dalam satu panggung bersama para pemain.

emang sih, sebenernya konsep teater yang disutradarai oleh mas sindhu ini ludruk, tapi lebih ke ludruk modern, jadi tidak murni bahasa jawa. alat-alat musik yang dimainkan pun adalah gamelan. So, pementasan awal dibuka oleh prolog yang dibacakan oleh Pak dhalang yang membawa gunungan (wayang), dilanjutkan dengan adegan “garong”, si Ketua geng anak SMA, yang tiap hari sukanya bolos sekolah. Padahal bapaknya adalah seorang lurah yang terkenal berpendidikan dan disegani oleh masyarakat. Di mata bapaknya, garong adalah anak yang pandai, karena kelakuan garong di rumah selalu baik-baik saja.

Suatu ketika, garong gelisah karena Ujian nasional udah dekat, sedangkan dia gak pernah masuk sekolah, sehingga banyak ketinggalan pelajaran. Ayah garong, (Pak Lurah, diperankan oleh aku!๐Ÿ˜‰ ) juga mendesak dan mengancam garong apabila ia nggak lulus Ujian, maka garong akan dikurung di kamar mandi selama seminggu dan disita selutuh barang-barangnya. (Termasuk HP, laptop, motor, DVD, playstation, dll). Garong pun ketakutan dan kelabakan. Akhirnya dia minta bantuan temen-temen anggota gengnya, tapi berhubung mereka kehabisan ide, maka “si putrek” (diperankan oleh Rizal, SMAN 5), merekomendasikan “si garong” untuk pergi ke dukun. Ketika garong meminta mantra kepada Mbah Dukun, tiba-tiba Pak Lurah datang dan marah sekali pada mbah dukun juga garong. Ia malu sekali anaknya pergi ke dukun. Akhirnya, Pak lurah meminta maaf kepada garong karena ia tak pernah mau mengerti anaknya, karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannnya dan hanya menuntut kepada garong. Sebaliknya, garong juga minta maaf pada bapaknya, karena ia telah lalai dan berjanji akan berusaha menghadapi UAN dengan benar…

Alhamdulilah, penampilan kami mendapatkan Predikat salah satu penampil terbaik,, berhubung ini bukan perlombaan, jadi gak ada Predikat Juara 1, 2, 3. Kami juga sempet dapet predikat sutradara dan penulis naskah terbaik. (Naskah ditulis oleh Mas Jose Rizal). Pokoknya, kami bangga bisa menampilkan suatu pertunjukkan bernilai yang juga bisa bikin orang ketawa hari itu…

I love u teater,, i love u,, Paguyuban Teater Kota Malang ..๐Ÿ˜‰

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on May 19, 2009, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: