Sebuah kematian


Senin, 08 Juni 2009

Hari ini kami berduka.
Mama, aku, eyang Rin, Bude Peni, Bude Erma, DPRD Kota Malang, Partai Golkar dan bahkan mungkin Kota Malang, telah kehilangan salah satu tokohnya. Pakde Aries, sosok saudara yang luar biasa buat aku, telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
R.Aries Pudjangkoro, Ketua DPD Kota Malang Fraksi Golkar itu kini hanya tinggal nama. Beliau sakit dan meninggal dunia kemaren, sekitar pukul 15.45 di Malang.
Kemaren, sekitar jam 16.30, ketika telepon rumah berdering, dan mamaku histeris (maklum, ibu-ibu emang agak lebay) ketika mendengar kabar duka, kalau kakak misannya meninggal dunia. Mama sempet nangis-nangis juga. Tapi berhubung aku belajar buat ujian hari ini, terpaksa tadi malem aku gak sempet ngelayat ke rumah duka.

Tapi pagi ini, aku sempet mampir ke rumah duka. Dengan pakaian seragam putih-putih dan jaket coklat muda, jam 09.20 aku dan mama bertolak dari rumah ke Jl.Taman Bunga Merak No.21B Malang. Beberapa polisi sibuk mengamankan lokasi, karena ternyata banyak pejabat daerah datang. Beberapa terop udah berdiri dengan kokoh, dan deretan orang-orang berbaju dinas terlihat memadati kursi. Aku dan mama melewati deretan tamu yang duduk, yang ternyata ada Pak Walikota, Pak Peni Suparto dan Pak Ketua DPRD Malang dan beberapa kepala dinas juga duduk diantara para tamu. Wajah-wajah pejabat yang aku tahu juga hadir memberikan belasungkawa, lengkap dengan karangan bunganya yang berderet.

Waktu aku masuk ke dalam rumah, beberapa kerabat dekat pakde aries yang gak aku kenal menyambut kami dengan isakan tangis. Beberapa dari mereka bisik-bisik, dan kembali termenung, hanyut dalam pikiran masing-masing. Aku sempet melihat jenazah pakde, tapi gak sempet ikut sholat jenazah.

Aku jadi inget kata-kata William Penn,
โ€Kematian hanyalah sekedar menyeberangi dunia, seperti teman yang menyeberangi lautan; mereka masih hidup dalam diri masing-masing. Karena mereka perlu ada, cinta dan hidup dalam apa yang tidak terikat ruang dan waktu. Di dalam kaca ilahi mereka saling berhadapan, dan bebas berbicara, karena mereka roh murni. Inilah penghiburan para sahabat, bahwa kehidupan mereka dinyatakan mati, namun persahabatan dan pertemanan mereka, dalam arti yang paling baik, masih selalu ada, karena abadi…โ€

Karena jam 10.30 aku harus ujian kenaikan kelas di hari pertama, dengan terpaksa aku gak bisa ikut ke pemakaman. Sebelum jenazah diberangkatkan ke TPU Samaan, aku udah berangkat sekolah. DI sekolah, ujian Bhs.Inggris plus Sejarah, meski aku masih terngiang-ngiang aura kematian. Sakitkah mati itu? Bagaimanakah rasanya? Apa yang terjadi selanjutnya?

Jujur, setiap momen kematian menghampiriku, aku selalu bertanya, membayangkan dan penasaran tentang substansi dari kematian itu sendiri. Sebuah takdir yang gak bisa diganggu gugat, memang. Buat aku, kematian adalah sebuah momen berharga untuk pelajaran bagi mereka yang masih hidup..

Semoga, arwah pakde Aries Pudjangkoro diterima disisi-NYA. Agar semua amal ibadahnya, semua perjuangannya, semua kegigihannya, semua kontribusinya dalam membangun negeri ini, dipertimbangkan oleh Yang Maha Kuasa dalam kancah Ilahi…

Meski jasadmu tlah tiada,tapi semangatmu, kesetiaanmu, kasih sayangmu dan pengorbananmu akan tetap abadi dalam tiap jiwa yang mengenalmu…

Selamat Tinggal Pakde….

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on June 9, 2009, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: