Noktah merah Kereta Api di Bulan Ramadhan


Disenggol Kerbau, KA Terguling, Masinis Tewas, 4 Luka Berat
Sabtu, 5 September 2009 | 8:31 WIB | Posts by: jps | Kategori: Headline, Malang Raya | ShareThis

KA vs Kerbau
MALANG – SURYA – Gara-gara kerbau melintas, rangkaian kereta api ekonomi Penataran jurusan Blitar – Surabaya, terguling di Desa Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dititik KM 42+3 antara Stasiun Blimbing-Singosari, Jumat (4/9).

Asisten masinis, Darsono, 54, meninggal dunia ini di lokasi kejadian akibat peristiwa ini. Pria, yang beralamat di Jl Madura, II/203, Sanan, Blitar meninggal dunia di tempat kejadian, setelah perutnya tergencet benda keras panel kemudi di ruang masinis. Beberapa ruas tulang punggungnya patah dan remuk.

Empat orang penumpang mengalami luka parah dan harus menjalani operasi, sedangkan sembilan lainnya mengalami luka ringan dan dirawat di dua rumah sakit, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan Mardi Waluyo, Singosari.

Empat korban yang dirujuk ke instalasi rawat darurat (IRD) RS Saiful Anwar Malang. Mereka adalah Masruri, 25, warga Kecamatan Bantar Kawung, Brebes, Jateng, Yusuf Rizal, 25, asal Bangil, Riska Syefril Eri Purnomo, 17, asal Kidul Dalem, Bangil, serta Ngadiono, 29, warga Jl Muharto 10 Kedungkandang, Malang.

Dari empat korban itu, Ngadiono yang mengalami luka paling parah. Selain kedua kakinya yang patah, ia mengalami gejala syok. Saat di IRD, baik tenaga medis maupun polisi yang mengantarkannya sempat kesulitan menanyai identitasnya karena beberapa kali ia pingsan saat menjawab.

Beda dengan Ngadiono, tiga korban lainnya masih dalam keadaan sadarkan diri meski luka cukup parah. Masruri, yang tangan kirinya patah, mengatakan tangannya patah karena tergencet sesuatu.
”Sepertinya tergencet besinya bangku, nggak ingat lagi mas,” ujar Masruri, dengan tersengal-sengal.
Tak banyak yang diingatnya, selain suasana panik dalam kereta api saat itu. ”Semua orang teriak. Tahu-tahu, tangan saya ini rasanya hilang,” ujar pria yang mondok di ponpes Raudlatul Ulum II Gondanglegi ini, sambil menunjuk tangan kirinya yang harus disangga dengan papan.

Sedangkan korban luka lain, Riska, mengalami luka pada rongga mulutnya. Karena terbentur benda keras, gigi bagian atas mahasiswi jurusan Matematika UMM ini sampai terdesak masuk ke gusi. Menurut ayah Riska, Heru Purnomo, yang datang ke IRD, putrinya ini hendak pulang ke Bangil, setelah pagi harinya baru saja mengikuti penutupan masa orientasi mahasiswa baru UMM. ”Saya belum tahu kejadiannya sepeti apa, karena putri saya belum bisa bicara akibat lukanya,” kata Heru…

Angon Kerbau di Lintasan
Sementara Kepala masinis, DA Wibowo, mengalami luka ringan pada kaki, tangan dan kepala. Meski demikian, Wibowo tetap menjalani perawatan di rumah sakit Saiful Anwar karena mengalami syok berat.
Wibowo, sebagai saksi kunci peristiwa ini masih belum bisa memberikan keterangan apapun. Masinis yang sudah bertugas lebih dari 10 tahun ini hanya bisa menangis sebelum dimasukkan ke mobil untuk dirawat di rumah sakit.

Tergulingnya kereta yang ditarik loko nomor CC 20114 ini, terjadi setelah loko yang menarik tujuh kereta menabrak seekor kerbau yang melintas. Namun dari penuturan beberapa saksi memastikan kereta menabrak kerbau sebelum terguling. Disebutkan ada dua ekor kerbau yang terpisah oleh rel. Satu kerbau di sebelah timur atau belakang tembok PT Bentoel dan satu ekor di sisi timur. Saat kereta melintas, kerbau yang sisi timur menyebrang.

Koko, 29, warga Sawojajar, Kota Malang, seorang penumpang kereta menceritakan, ia yang berdiri di sisi pintu bagian kiri kereta nomor satu atau kereta di belakang loko menyaksikan seekor kerbau berukuran besar melintas dari arah timur menuju barat tepat di depan kereta api.
“Saya berdiri di pintu bagian kiri, lihat-lihat sawah, saya lihat kerbaunya nyebrang. Kerbaunya langsung ketabrak dan seketika itu terasa goncangan kuat dan loko tiba-tiba naik ke atas, lalu oleng, dan semuanya terguling,” kata Koko.

Seketika itu, suasana tiba-tiba panik. Koko yang terpental keluar kereta menyaksikan beberapa penumpang tergencet kakinya, sementara di dalam kereta isak tangis dan teriakan minta tolong dari penumpang yang terbentur terdengar keras.

Hal yang sama juga dituturkan, Mislan Sukardi, warga Jl Gereja, Kota Malang, penumpang yang duduk di bagian pinggir jendela kereta nomor satu. “Saya lihat kerbau melintas, lalu kereta mengerem mendadak dilanjutkan goncangan keras dan tiba-tiba semuanya sudah kocar-kacir, terguling ke kiri,” kata Mislan yang hendak menuju Surabaya.
Evakuasi Menunggu Kereta Kumbokarno

Pada kejadian yang terjadi 2,5 km dari Stasiun Blimbing tersebut, dapat terlihat jelas potongan-potongan kerbau bekas terlindas roda-roda kereta api.

Proses evakuasi jasad Darsono berlangsung sekitar dua jam. Sulitnya proses evakuasi dikarenakan posisi korban terjepit di sebelah kiri bawah karena loko terguling ke kiri dan terletak tepat di tembok parik Bentoel. Ramainya warga yang ikut menonton proses evakuasi juga membuat petugas kepolisian dari Polwil Malang sedikit mengalami kesulitan untuk menghalau warga agar menjauh dari lokasi.

Sementara itu, proses evakuasi kereta sudah dilakukan, dengan menarik kereta nomor tiga hingga nomor tujuh yang memang posisinya tetap berada di tempatnya menuju stasiun Kota Malang.
Slamet, kepala perlengkapan Stasiun Kota Malang mengatakan, proses evakuasi loko, kereta nomor satu dan dua yang terguling dan terlepas dari rel masih menunggu kereta crane atau kereta Kumbokarno dari Solo.

“Perjalanan Solo ke Malang mungkin membutuhkan waktu enam hingga tujuh jam,” ucapnya.
Setiono, kepala Stasiun Kota Baru Malang menambahkan, proses evakuasi diharapkan selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya, agar perjalan kereta api lainnya dapat segera pulih.

Evakuasi paling sulit adalah mengangkat kereta, sementara untuk rel kereta dan bantalan rel yang rusak dipastikan akan cepat diperbaiki atau diganti karena hanya rusak sepanjang 30 meter.

Polisi Cari Pemilik Kerbau
Petugas Polsek Singosari hingga saat ini terus mencari keberadaan pemilik kerbau yang tertabrak dan menyebabkan kereta terguling hingga menimbulkan satu korban jiwa dan 14 orang luka.

“Kami masih terus mencari, sampai saat ini masih belum ketemu siapa yang mempunyai kerbau itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari Aiptu Nadiar Rahman. Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Wilayah Malang, Gatot Nursalim mengatakan, pihaknya akan memberikan santunan bagi seluruh penumpang yang luka dan satu korban yang meninggal dunia. “Yang luka mendapatkan santunan biaya perawatan hingga Rp 10 juta sedangkan yang meninggal mendapatkan santunan Rp 25 juta,” ucapnya.

Di kamar jenazah RS Saiful Anwar, dua petugas PJKA dari stasiun Kota Baru Malang, yang mengevakuasi sekaligus mengantar korban meninggal, masinis Darsono, sempat mengumpat pemilik kerbau yang mereka nilai ikut bertanggung jawab terhadap kecelakaan ini. ”Iku kebone sopo (itu kerbau siapa) sih? Sudah tahu dilarang angon disekitar rel masih juga nekat. Seharusnya yang punya kebo bisa dituntut,” ujar pria yang menolak menyebut namanya ini dengan kesal.

Sejumlah KA Batal Berangkat

Tak ada firasat apa-apa ketika kereta api (KA) Penataran dari Blitar tiba di Stasiun Kota Baru Malang, Jumat (4/9) sekitar pukul 12.40 WIB.

“Tak ada tanda-tanda. Kondisinya seperti biasa. Bahkan, hari ini kedatangan kereta Penataran tepat waktu,” kata Bahar, petugas pemberangkatan kereta api (PPK) Stasiun Kota Baru Malang didampingi Wakil Kepala Stasiun Kota Baru, M Irfan K, Jumat (4/9).

Lanjut M Irfan, dampak dari kecelakaan KA Penataran itu perjalanan semua KA baik dari arah Malang menuju Surabaya atau Banyuwangi dan sebaliknya berhenti total. KA Panataran lain dari arah Blitar dengan tujuan Surabaya pukul 15.45 WIB habis di Stasiun Kota Baru Malang.

KA Tawangalun tujuan Banyuwangi yang berangkat dari Stasiun Kota Baru Malang pukul 14.10 WIB juga batal diberangkatkan. Padahal, saat itu para penumpang sudah banyak yang beli tiket. Akhirnya, petugas stasiun membuka loket penarikan tiket dan pengembalian uang penumpang secara tunai.
Selain KA Tawangalun dan KA Penataran pukul 15.45 WIB, jelas Irfan, KA Malang Expres dari Surabaya dengan tujuan Malang juga batal berangkat. KA Malang Expres berangkat dari Surabaya pukul 17.10 WIB dan tiba di Malang pukul 19.00 WIB.why/ab/ekn

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on September 5, 2009, in My Life. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. . hahahah . . . . ehh loo kaga nyelawat ape ke rumah pak darsono??? .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: