Pesan pasir berbisik


27 Januari 2010


Hamparan pasir putih dengan gulungan ombak yang menyisakan buih-biuh lautan menemani hari-hariku selama tiga hari terakhir. Betapa indahnya, biru lautan tanpa batas dengan siluet batu karang yang mempesona mata memanjakan hari-hari kami, temen-temen DPA Malang yang lagi ngadain acara Capacity Building dan pneguatan pengurus baru DPA Malang 2010-2012. Udah dua kali aku ke Pantai ini, tapi aku baru sadar kalo Balekambang, sebuah pantai selatan di Kabupaten Malang ternyata memiliki keindahan dan potensi wisata yang sangat bagus! Bayangin aja, disini, kita bisa menikmati sunrise dan sunset sekaligus! Karena posisi dan kontur garis pantai yang cekung mengarah ke barat dan timur sehingga matahari kelihatan jelas waktu terbit dan tenggelam.

Sebagai mantan ketua, aku bangga banget acara ini bisa terselesaikan, apalagi dengan keterbatasan dana yang kami punya, tapi so far, kegiatannya jauh lebih menakjubkan dari yang kami duga sebelumnya . Mulai dari outbond nyebur ke laut, maen bola, lari pagi ngelilingin pantai, maen jembatan laut, pasrah dan mengapung di laut, masak bersama koki dan ibu kita Mbak Zuhro Rosyidah, yang walaupun sempet gosong dikit dan kekurangan bahan, tapi alhamdulilah bisa kenyang, dan bahkan sempet menjajarkan posisi kepala waktu sunrise di dalam hangatnya air laut!

Well, dialah Mas Acun Mohammad, salah satu pembina kami yang luar biasa. Banyak banget pelajaran luar biasa yang kami dapetin selama tiga hari berada di Pantai Balekambang. “Menyatu dengan Alam”, adalah topik utama diantara sekian banyak materi keorganisasian dan kepemimpinan yang secara gak langsung kami dapetin disini. Nggak lupa, pelajaran sosial untuk menghargai orang lain, peka dan menjadi pemimpin yang baik, minimal pemimpin buat diri kita sendiri.

Dua malam udah dilewati. Luar biasa banget aku bisa melewati detik-detik dimana aku ama temen-temen pengurus lama (Baca: Oci,Helen,Listy,Sugeng,Nico,Oddonk) yang sempet merasakan bertugas jaga malem menikmati hamparan bintang yang mempesona diangkasa, sesekali siluet bintang jatuh dan kelip-kelip venus yang menyala merah menghiasi langit membuat kami terpesona. So sweet, emang.

Belum lagi pengalaman melayang diangkasa yang sempet diajarin mas acun. Menyelami apa yang kita punya, jauh di bawah sadar kita, merupakan pengalaman spiritual pertama yang aku dapetin dari mas acun 3 hari ini. Kuncinya cuman satu, simple, tapi susah . Pasrah. Ya, asal pasrah, gak sombong, peka sama alam, peka sama diri sendiri. Pelajaran yang gak pernah diterangin guru-guru di sekolah, gak ada di Buku cetak ekonomi, apalagi fisika.

Subhanallah, ternyata jika niat kita tulus ikhlas untuk melakukan kebaikan, Insyaallah Tuhan akan memudahkan jalan kita. Angin badai yang sempet mampir beberapa menit gak sampai menghancurkan tenda kami, bahkan hujan deras gak jadi turun. Itulah pengalaman yang selama ini belum pernah aku dapetin.

Dan inilah, oleh-oleh dari Pantai Balekambang yang aku tulis di atas dahan pohon sembari memandang ke laut lepas..


“Pesan Pasir Berbisik”

Dengar. Rasakan. Resapi. Cermati.

Duduklah bersila di tepi pantai, tutup mata pelan-pelan. Pelan-pelan saja. Nikmati suara gulungan ombak dan hangatnya terik matahari di waktu pagi. Tarik napas dalam-dalam, pelan, isi penuh rongga paru-paru. Pelan-pelan saja, hembuskan.
Buang rasa marah, buang rasa sombong, buang rasa dengki. Pasrah. Percayakan pada alam, mereka tak akan melukaimu. Percayalah pada terik matahari, ia tak akan membakar kulitmu. Percayalah pada ombak, bahwa ia tak akan menggulungmu sampai ke dasar laut.

Tempelkan daun telingamu di atas butiran-butiran pasir yang halus. Percayalah pada pasir, bahwa ia tak akan melukai daun telingmu. Dengar. Rasakan. Resapi. Cermati. Peka.

Biarlah alam dibawah sadarmu menerima pesan positif dari pasir yang diam dan tenang. Biarkan alam di bawah sadarmu menerima semua pesan dari alam. Rasakan. Cermati. Suara desingan-desingan yang ada nun jauh disana, suara gesekan pasir dan ombak-ombak yang memiliki nada dan irama dan meninggalkan pesan-pesan tersembunyi..

Jika kau berhasil, maka kau akan menerima pesan dari pasir yang berbisik. Satu hal yang aku dapetin, ternyata mereka marah. Desingan-desingan tadi menyiratkan kekesalan mereka buat mereka yang mengotori alam tanpa rasa tanggung jawab, mereka yang seenaknya membuang sampah dan kotoran di atas hamparan pasir yang putih, atau bahkan mereka yang sempat berbuat buruk dan membuat alam murka, di atas pasir-pasir yang tak berdosa itu ..

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on January 27, 2010, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: