Backpacking to Vienna, for World AIDS Conference 2010


Well, ga kerasa banget ternyata aku udah di sini selama 13 hari. Dan inilah malem terakhirku berada di tempat ini yang terpaksa harus diwarnai dengan gerimis hujan diluar sana. Vienna atau Wina, Austria. Sebuah kota tua di Eropa yang KEREN banget. Punya gedung-gedung tua, tempat2 bersejarah lengkap, dan yang pasti, gaya hidup orang-orangnya yang aku suka. Dan semua ini aku dapetin hanya karena satu buah brosur yang gak sengaja aku ambil di Kongres AIDS (ICAAP) di Bali, tahun lalu. Lucunya adalah, aku kirain Kongres AIDS-nya akan berlangsung di Australia. Eh, ternyata : AUSTRIA. Rasanya semua berjalan begitu cepat. Kayaknya baru kemaren aku dateng di Vienna, ketemu ama Mas Yogi di Wienย Int’l Airport yang ternyata orang Jogja dan nyangka aku orang Malaysia, trus bareng2 cari kereta ke Stasiun Handelskai nyampe di tempat Hotel. Dan inilah, sedikit kisah perjalananku menuju tempat ini…

 

12 Juli 2010

18:03 pm

Soekarno Hatta Intl Airport

Disinilah semuanya akan berawal. Keliling dunia. Itu mimpiku dari dulu. Dan alhamdulilah, hari ini adalah titik awal aku buat ngewujudkan apa yang udah aku katakan sama Mama dulu. “Ma, aku akan GO Internasional!”. Emang sih, dulu mamaku sempet tersenyum masam. Gak percaya. Tapi paling gak, aku bisa bikin mamaku tersenyum bangga sekarang.

Pesawatku masih berangkat tengah malem nanti, 00.30. EK 359 Jakarta – Dubai. Hari ini keberangkatanku ke Vienna, tiket pesawat udah di tangan, koper plus semua keperluan udah siap. Tapi hari ini juga aku baru dapet Schengen Visa ku buat enter Austria. Gila banget. Emang butuh perjuangan yang keras buat kesini. Mulai dari gak dapet restu Bina Antarbudaya gara-gara mau exchange ke Amerika, nyampe gak punya duit buat sangu ke Eropa. Tapi ternyata, emang mantra “Man jadda wa jadda” itu manjur ! Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. (Nyontek di Novel Negeri 5 Menara yang menemani perjalananku ke Eropa. Tadi barusan beli di Halte Busway! :p ). Dan emang bener kok. MAN JADDA WAJADDA! Ini buktinya:

Tadi sore aku sempet berada diantara 2 kemungkinan yang sangat berpengaruh. Jadi berangkat ke Wina atau balik ke Malang dan gak jadi ke Wina. Soalnya emang satu-satunya cara buat jadi berangkat adalah aku harus dapetin pasporku dari Austrian Embassy hari ini juga, sebelum pesawatku berangkat. Bayangi aja, aku berangkat ke Eropa malam ini dan Visa belum ada di tangan! Aku harus telfon ke Kedutaan dan alhamdulilah Visa ku udah jadi. Masalahnya adalah, jam 3 sore Kedutaan udah tutup sedangkan aku masih perjalanan dari Surabaya ke Jakarta! Jadi begitu aku nyampe Cengkareng, aku cabut cari taksi dari Bandara dan lari ke Austrian Embassy di daerah Kuningan. Ternyata pasporku dititipin di Pos Satpam dan aku berhasil mendapatkannya 8 jam sebelum pesawatku berangkat ! Oh My God! Alhamdulilah!๐Ÿ˜€

Perjalanan di dalem Emirates Airlines cukup menyenangkan. Dan walaupun ini pertama kalinya aku keluar negeri (sendirian lagi), surprisingly waktu transit di Dubai, United Arab Emirates aku ketemu ama Igor Mocorro (Temenku dari Phillipines plus roommate waktu ICAAP di Bali). Kami di satu penerbangan menuju Vienna. Satu hal yang aku kagum dari Dubai adalah, negara ini berkembang pesat banget. Karena SDAnya. Minyak. Waktu aku baca inflight magazine di Garuda Indonesia, Uni Emirat Arab di Tahun 60-an, jauh tertinggal di banding Indonesia di tahun yang sama. Tapi sekarang? Jangan tanya. UAE udah jadi negara maju yang punya banyak resot mewah, mall-mall kelas atas, bahkan pulau buatan yang keren banget.

 

Nah, balik ke Vienna. Aku dapet kamar di Youth Hostel (Gak tau nama aslinya apa, Bahasa Jerman ribet soalnya). Dan,walaupun akomodasi yang diberikan panitia jauh dari ekspetasi aku (bukan hotel berbintang), paling gak moga ada hikmahnya. Di Vienna lagi summer, di kamar gak ada AC. Panas banget. Waktu udah kepanasan, aku copot baju, kalo masih berasa panas, jadinya aku bawa bantal aku dan tidur di lantai ! Bayangkan! Aku stress kepanasan. Untung di kamar aku sendirian. Jadi gak akan ada roommate yang ngira aku orang gila.

Tanggal 13-14 Juli 2010, Youth Forum Pre Conference

Aku harus naek subway dari Stasiun Handelskai bareng beberapa temen ke venue acara di Medical University. Aku ketemu banyak temen lama yang dulu ikut ICAAP (Intl Congress on AIDS in Asia and The Pacific) di Bali. Di Youth Forum inilah sebenernya aku banyak mendalami sesi yang berguna buat organisasi aku, skill building workshop yang bisa nambah pengetahuan aku tentang gimana harus bekerja menjadi aktivis muda yang berjuang di HIV/AIDS, dan ketemu ama aktivis muda di seluruh dunia. Dengan ย tagline “Now Make it Happen”, Vienna Youth Force 2010 berusaha untuk memberikan kotribusi yang nyata buat Internatonal AIDS Conference (kongres utama), karena 30% penerima scholarship untuk kongres adalah, Youth. Empower young people, empower the world.

18-23 Juli 2010

Inilah kongres utama sebenernya. Lebih dari 2000 delegasi dari seluruh dunia (termasuk aku!๐Ÿ˜€ ) semuanya terlibat di dalemnya. Venue acara di The Reed Messe, Wien. Aku musti naek Bus 11A dari Youth Hostel buat ke tempat itu. Dan kalo mau jujur, aku lebih suka Bali International Convention Center, sebenernya. (Ya iyalah.. Bali ! It’s the most beautiful place!). Semua orang. Peneliti, dosen, dokter, pemuda, Orang2 yang hidup dengan HIV, IDUs, Sex Workers, aktivis-aktivis dunia, pemimpin dan pemangku kebijakan, kaum-kaum minoritas (Gay, Lesbian), dll. Semua ada disini. Kayak kongres-kongres internasional lainnya. Tiap pagi ada Plenary Session (Ini perbincangan orang-orang penting benernya dan aku gak terlalu tertarik, soalnya gak mudeng :p ), ย ada Exhibition, ada Global Village (disini banyak acara-acara yang berhubungan ama young people di Youth Pavillion), ada Workshops, Abstract Session, Poster Session, dll. Dan sebenernya, keterlibatanku di kongres utama ini gak terlalu bermanfaat besar soalnya aku gak berada di organisasi yang bener-bener fokus di HIV/AIDS. Tapi, tanggal 20 Juli aku harus ngasih performance monolog (teater, sendirian) yang berkat itulah aku bisa berada di tempat ini. Berkat teater itulah aku bisa dapet scholarship buat datengin kongres ini. Dan well, meskipun penampilanku gak semulus dan sebagus yang direncanain, (File ku gak bisa dibuka di tempat kongres, jadi aku harus bikin list lagu buat tampil pake Windows Movie Maker 20 menit sbelum tampil!). Tapi alhamdulilah, banyak yang nonton dan pesennya lumayan nyampe.

Satu hal yang aku suka dari acara ini adalah, aku bisa terinspirasi sama orang-orang luar biasa yang pernah aku kenal. Seorang temen cewek dari Mozambik, dia pekerja seks yang karena emang gak punya pilihan lain dia harus kerja, tapi sekarang dia uda diberdayakan sama pemerintah, jadi Duta Sex Workers yang bisa keliling dunia buat memberdayakan pekerja sex di kampungnya. Atau temen dari Kanada, yang waktu remaja dia sempet kabur dari rumah (kabur dari negerinya) karena dia kena AIDS, dia gay dan gak diterima di keluarganya, dan melampiaskan semuanya ke musik. Jadilah dia sekarang musisi handal yang keliling dunia. Atau Ekta, temen dari Pakistan yang harus hamil diluar nikah, ditinggal suaminya, melahirkan di pinggir jalan dan dia kena AIDS karena IDUs (pengguna narkoba). Tapi sekarang bisa keliling dunia jadi aktivis AIDS. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang menginspirasi hidup aku. Thanks guys, for every moment we had and every lesson that i take from u all. I’m glad to know u all.

Enjoy Vienna! 22 Juli 2010

Michael, anak muda dari Vienna yang sempet kenal aku karena dia 3 bulan tinggal di Malang buat AIESEC dan dia jadi volunteer di sekolahku. Aku bersyukur banget pernah kenal dia. Dan ternyata, ini adalah jawaban kenapa takdir harus membuat aku kenal sama dia. Vienna (English) atau Wien (German,asli) atau Wina (Indonesian) adalah Ibu Kota Austria, (Posisi Austria di bawah Jerman, disamping Swiss, diatasnya Italia. Salah satu kota tertua yang ada di Eropa yang diresmikan ama UNESCO. Dan Austria adalah negara terkaya ke12 di dunia. Vienna baguuuss banget. Punya banyak gedung-gedung tua, monumen dan museum-museum bersejarah yang penting. Dan aku gak akan bisa keliling Vienna dan tahu itu semua kalo gak kenal ama si Michael. Dia berjasa banget buat nganterin aku muter-muter kota, mulai dari Wien Staatsoper (Opera House kayak di Sydney) tapi versi Eropa, terus ke Town Hall, Cathedral, nyampe taman kota. Pokoknya seru banget. Dan aku juga beli tiket buat Konser musik klasik Mozart, karena emang negara ini kampungnya Mozart dan gudangnya musik klasik. And it was really awesome ! 30 Euro, diskon buat pelajar dan harga spesial (gak murah sih), tapi yang pasti aku dapet pengalaman yang keren sangat.

Nah, sekarang saatnya buat mengakhiri petualanganku di Eropa. Aku harus segera balik ke Indonesia tercinta buat packing, siap-siap dan momen terakhir bersama keluarga karena, aku cuman punya waktu 2 hari di Malang sebelum aku berangkat lagi ke Jakarta dan langsung ke Amerika buat pertukaran pelajar selama setahun ! Aku bersyukur banget, doa kecil dan mimpiku bahwa aku pengen menginjakan kaki di Eropa ternyata keturutan jauh lebih cepet dari yang aku bayangkan. Petualanganku selanjutnya akan menuju Amerika, negeri Paman Sam yang katanya adikuasa itu.

Good Bye Vienna! ย Thank you for the sweet moment for my life, as one of my step to explore the world, discover something to get into the fullest of life..

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on July 23, 2010, in My Life and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: