New York City Day One : Statue of Liberty, Manhattan and Staten Island


Good Morning New York City!

Well, setelah kurang lebih 10 jam kejebak di dalem bus yang gak nyaman (I hate Bus),. Dengan fasilitas toilet yang flush-nya gak rusak dan alhasil bau pesing toilet menyebar dibagian belakang bus, ditambah lagi bau kursi yang kayak gak pernah dicuci, perjalanan jauh pertama gue di Amerika jadi gak berasa perfect. Ternyata rute Fort Wayne (Indiana) ke New York gak sejauh yang gue bayangin. Perjalanan non stop bisa ditempuh 10 jam, lebih deket daripada Surabaya-Jakarta.

Gue bersyukur banget tahun ini dapet kesempatan buat menyapa salah satu kota tersibuk se-jagat raya. New York City. Kota ini punya banyak julukan, salah satunya “The Big Apple”. (Hmm, apa ya artinya? Apa disini banyak apel melimpah kayak di Batu, Malang?? Well, we will see! ) Seperti pandangan semua orang di dunia, New York bagaikan sebuah ‘kota impian’. Tempat dimana gedung-gedung pencakar langit kokoh berdiri, New York adalah gerbang yang menyambut perjalanan hijrah mereka dari Negara masing2 demi mendapatkan ‘kehidupan yang lebih baik’. Yap. Karena New York terletak di east coast Amerika, jadinya orang2 Eropa dan Inggris yang hijrah kesini lewat Samudera Atlantik berlabuh di kota ini. Merekalah, para imigran dunia yang sengaja “kabur” dari Negara kampung halaman mereka karena kekangan politik, agama dan budaya (especially Europe). Kejadian ini berlangsung mulai jaman dulu sampe detik ini. (hijrah Eropa-Amerika sempat membeludak waktu kekuasaan Hitler di Eropa berjaya. Orang2 yahudi terutama dan ‘masyarakat innocent’ lain yang gak betah ama kebiadaban Hitler waktu itu pada kabur ke Amerika semua)

Inilah New Yew York City, Amerika Serikat. Dimana Patung Liberty berdiri tegap menghadap samudera, menyambut ramah para manusia yang datang dari seluruh penjuru dunia dengan sejuta harapan demi mendapatkan kehidupan yang mereka impikan. . New York memanglah kota impian.  Seperti salah satu puisi dari Emma Lazarus :

The New Colossus

Not like the brazen giant of Greek fame,

With conquering limbs astride from land to land;

Here at our sea-washed, sunset gates shall stand

A mighty woman with a torch, whose flame

Is the imprisoned lightning, and her name

Mother of Exiles. From her beacon-hand

Glows world-wide welcome; her mild eyes command

The air-bridged harbor that twin cities frame.

“Keep ancient lands, your storied pomp!” cries she

With silent lips. “Give me your tired, your poor,

Your huddled masses yearning to breathe free,

The wretched refuse of your teeming shore.

Send these, the homeless, tempest-tost to me,

I lift my lamp beside the golden door!”

New York City, kota terbesar di Amerika ini sebenernya gak jauh beda ama ibu kota Indonesia.  DKI Jakarta, kota metropolitan yang punya peran penting buat pertumbuhan ekonomi, politik, sosial, kenegaraan dan juga pariwisata di Indonesia sampai saat ini masih menjadi daya tarik para kaum urban buat mengadu nasib. Tapi hidup ternyata emang gak segampang yang mereka bayangkan. Kurangnya skill dan modal yang memadai dari kampung halaman membuat para kaum urban justru hidup menderita di kota impian. Hal yang sama terjadi di York City. Bedanya, kalo di Jakarta kebanyakan orang yang hijrah adalah ‘orang-orang kampung’ dari Jawa, tapi kalo New York adalah tempat hijrah buat ‘orang-orang kampung’ dari seluruh dunia. Alhasil, inilah tempat dimana semua orang dengan berbagai macam warna kulit, bahasa, suku, hidup bercampur baur membentuk suatu alkulturasi.

Melihat New York City di hari pertama, ternyata gak seindah dan se-perfect yang gue bayangin. Kebersihan lingkungan gak terlalu dijaga, bahkan beberapa spot juga bau pesing, ditambah bau alcohol dan asap rokok. Tiap orang jalan buru-buru. Mulai dari businessman yang ngejar taxi buat meeting, para turis yang takut ketinggalan pesawat, pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya, bahkan para pengemis dan homeless people lainnya yang berkedok dengan berbagai macam cara demi mendapat sekoin penny.

Kebetulan hotel kami di daerah Times Square yang ‘meriah’. Kenapa meriah? Karena iklan digital ukuran raksasa menyala dimana-mana. Dipajang tinggi di gedung-gedung bertingkat di area yang trafficnya sengaja di-set lumayan bagus. Alhasil, it’s look beautiful in the night! Berasa kayak di Tokyo. (Well, gue belum pernah ke Tokyo sih benernya). Tapi Tokyo emang city sister-nya NYC. Mereka beda-beda mirip.

Yang pasti, gue bersyukur sempet singgah di New York City sebelum pulang ke tanah air musim panas tahun ini. Kunjungan kali bukan cuman traveling, tapi juga punya misi. Gue di NYC sebagai perwakilan Carroll High School dari Indiana yang bakal ikut FAME Show Choir Competition se-Amerika Serikat. Gak banyak exchange student yang punya privilege kayak gini. Gw jadi bangga.🙂 Gw bener-bener gak rugi waktu pertama kali disodorin lembar perjanjian dan biaya Show Choir sebesar 18 juta rupiah (yang ternyata sekarang udah lunas dan gue masih belum percaya!), atau shock pas tahu kalo Show Choir ternyata bukan choir biasa yang cuman nyanyi acappella. Dan gue bisa jadi satu-satunya exchange student angkatan tahun ini yang terlibat di Show Choir yang amazing!  Thanks God for these opportunities. I do love my life!

Room 1810

Novotel Hotel, New York City

00 : 11 am

About Hadiansyah

Seorang anak manusia yang terlahir di bumi arema. Menyukai banyak hal, tantangan dan pecinta kereta api. Kiprahnya di dunia anak-bertekad memperjuangkan hak dan eksistensi anak-tak luput dari teater yang bisa membesarkan namanya. Suka berpetualang-tentunya naik kereta api-membuat bocah berhobi traveling ini bisa membuka mata dan menikmati indahnya dunia. Aktif di dunia jurnalis, sosial dan organisasi lainnya. Kelak ia ingin menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan dunia...

Posted on March 18, 2011, in My Life, Tourism. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: