Self Motivation: Sebuah Perenungan!


Achso!

Seneng banget akhirnya gue bisa lagi menarikan jemari ini dengan tuts keyboard kesayangan gue.๐Ÿ˜€

Kali ini gue nulis bukan lagi di kamar B1621 yang beberapa minggu gue pamerin di blog ini, juga bukan di kamar B1825 tempat gue pindah bareng Tony 10 hari yang lalu. Kali ini gue lagi nemenin si Jo buat belajar CB (Character Building) karena dia besok UTS.

Kali ini, gak ada topik khusus yang pengen gue sampaikan disini. Gak ada emosi khusus yang pengen gue curahin disini. Gue gak lagi galau mikirin masalah cinta, atau bete dan sebel banget karena suatu hal. This is only the reflection of my awareness at the moment.

Temen gue di Binus Square banyak yang heran, kenapa gue pindah lantai justru ke lantai ke lebih tinggi. Kebanyakan anak-anak pindah lantai itu ke lantai lebih rendah dengan alasan biar lebih gampang kalo turun, gak jauh-jauh dan kelamaan nunggu di lift. Tapi gue enggak. Justru dari lantai 16 gue pindah ke lantai 18. Lantai tertinggi di Binus Square Hall of Residence.

Buat gue, semua yang gue alami di hidup ini adalah sebuah pelajaran berharga. Bener kata pepatah, “Hidup itu adalah Pilihan.” Tiap pilihan mengandung resiko. Tiap resiko mengandung peluang. Apapun yang lo pilih dalam hidup, lo harus bertanggung jawab ama pilihan itu. Dan pindah ke Lantai 18 bersama Tony (dengan meninggalkan Iqbal) adalah salah satu pilihan yang harus gue ambil. Hal ini simple mungkin. Keliatannya emang simple. Tapi akhirnya disini gue bisa ngedapetin “suatu pelajaran.”

Seperti yang gue tadi bilang kenapa gue pindah ke lantai paling atas, sebenernya gue pindah bukan cuman karena gue nurutin request-nya si Toni, tapi karena gue punya “suatu misi.” Gue pengen Hijrah. Dan buat gue, hijrah itu harus bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, hijrah itu buat meninggalkan keburukan menuju kebaikan, hijrah itu dari bawah ke atas, bukan sebaliknya.

Bukan berarti di Lantai 16 adalah suatu keburukan buat gue, (justru sebaliknya, di Lantai 16 gue berasa nemuin “kamar kedua” gue. Disitulah gue berasa kayak di rumah. Temen-temen selorong juga udah kayak keluarga sendiri. Tapi ada “sesuatu” dalam diri gue yang pengen gue ubah. Sesuatu di Lantai 16 yang gak pengen gue bawa di Lantai 18.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidup gue, akhirnya gue ngelindur pake Bahasa Jerman! Nah, itu berarti Bahasa Jerman udah masuk dalam alam bawah sadar gue dan dia udah bakal jadi temen sejati gue nantinya. Gue gak nyangka bakal secepat ini, karena gue baru belajar Bahasa Jerman sekitar 2 bulan lalu. Sedangkan gue ngimpi pake Bahasa Inggris aja baru beberapa minggu sebelum gue berangkat ke Amrik alias 8 tahun setelah gue belajar Bahasa Inggris itu sendiri!

Sekali lagi, disini gue bakal nyebutin lagi bahwa “Hidup adalah Pilihan.” Dan Jerman udah keputusan final gue. Gue bakal ninggalin The Widia Scholarship yang udah dianugerahkan Binus buat gue. Gue akan ninggalin Binus Square yang rasanya udah jadi kayak my second home, dan yang paling miris: “Gue akan ninggalin temen-temen terbaik gue selama disini.”

But it’s ok. Gue yakin ini adalah keputusan terbaik dan terberat dalam hidup gue.

Gak gampang emang berada di masa transisi kayak sekarang ini. Kalo di Harry Potter, mungkin ini adalah masa-masa ketika Voldemort udah semakin kuat dan Harry Potter udah harus segera mencari Horcrux buat ngalahin dia. Ini adalah masa-masa ketika Harry Potter harus meninggalkan rumahnya, Hogwarts, School of Witchcrat and Wizardy. Ini adalah masa-masa ketika Harry Potter harus ninggalin temen-temennya di Gryfindor untuk suatu pertempuran yang dia sendiri gak tau harus mulai dari mana dan pake apa.

Bedanya, Harry Potter punya dua orang sahabat yang bakal dan akan selalu nemenin dia di setiap petualangnnya. Ron and Hermione. Sedangkan gue? Gue gak tahu harus memulai pertempuran dan perjuangan ini dari mana dan dengan siapa. Dan itulah yang mungkin ngebuat gue jauh lebih dekat ama Tuhan gue saat ini. Gue jadi lebih sering Sholat, jadi lebih sering puasa. Karena darisini gue tau. Gak semua yang kita punyai dalam hidup ini bakal abadi. Laptop, Bantal kesayangan, Blackberry, iPod, pacar, temen bahkan bokap dan nyokap lo. Mereka semua akan ninggalin elo suatu saat nanti. It’s only a matter of time. Tapi Tuhan, Dia-lah satu-satunya yang bakal ada disamping elo sampai kapanpun juga.

Tapi satu hal yang gue yakin, “Good people never dies. They always alive in your heart, wherever and whenever it is.”ย Percayalah bahwa apapun yang lo jalani dan lo lakuin dalam hidup ini bakal bermanfaat bagi lo dan orang lain. Karena hidup itu terlalu sebentar untuk menjadi orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Persembahkan semua cita-cita dan perjuangan yang lo lakuin itu kepada orang-orang yang lo cintai.

Jangan pernah menyerah untuk suatu kegagalan. Jangan pernah menyerah untuk sesuatu yang belom pernah lo coba. Daripada lo nanti bakal nyesel selamanya. Percayalah dibalik mendung selalu ada cerah, dibalik hujan selalu ada pelangi.

Dan untuk itulah gue malem ini bercerita. Atas semua kerinduan yang gue alami. Atas semua keresahan yang gue hadapi dan atas semua kemarahan yang baru aja reda.

Kata Jo malem ini, “Kita bakal merindukan seseorang bukan saat kita bersama mereka. Tapi saat kita udah pisah ama mereka.”

Dan gue ngerespon: “Untuk itulah kita harus menyisakan kenangan terbaik saat kita bersama mereka. Karena kita gak pernah tahu kapan waktu terakhir kita bakal ketemu ama mereka.

 

“Yesterday was a history. Today is a gift. And Tomorrow is a Mystery,”ย 

Binus Square-Hall of Residence

B1001, 2:33 am

PS: “Ssstt… Jo lagi tidur nyenyak di kasur seberang. Kira-kira dia lagi mimpi apa ya? Hihihi..” :p

Posted on November 14, 2012, in My Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Putu Wijaya

Bertolak Dari Yang Ada

Website Dewan Perwakilan Anak Kota Malang

"Because We Care of the Child"

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

ISA Study Abroad Student Blog

The World Awaits...Discover It.

MP3.com

Free music downloads, radio, lyrics, songs, and playlists

Hadiansyah Aktsar Official Site

More than just a blog : a pen, diary and imagination ~

%d bloggers like this: